Rabu, 11/11/2009 00:00 WIB
Jakarta byar pet, pemerintah minta maaf
oleh :
Pemerintah kemarin akhirnya menggelar rapat lengkap yang dipimpin langsung Wapres Boediono untuk membahas krisis listrik di Jakarta dan beberapa daerah lainnya.
Hadir dalam rapat itu Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Darwin Zahedy Saleh, Meneg BUMN Mustafa Abubakar, dan tidak ketinggalan Dirut PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Fahmi Mochtar.
Benar, rapat itu sangat krusial dan sudah mendesak untuk segera dicari jalan keluarnya. Awalnya, pemadaman itu mungkin bisa dimaklumi.
Namun, permakluman itu tampaknya sudah habis. Pemadaman bergilir, terutama di jantung negara, sudah tidak bisa ditoleransi lagi.
Berbagai kecaman, dari yang lunak hingga kasar, sudah muncul ke permukaan. Warga Jakarta, Bogor, Tangerang, Depok dan Bekasi harus menderita byar pet makin sering dan panjang, tidak lagi hanya 2 jam dalam 4 hari sekali.
"Kesel deh, kemarin rumahku terkena pemadaman hingga lebih dari 4 jam. Kejadiannya malam hari lagi. Kini frekuensinya makin sering," kata Nanik Mulawarti, ibu rumah tangga yang tinggal di daerah Cileungsi, Bekasi.
Kadin Indonesia dan Apindo (Asosiasi Pengusaha Indonesia) pun mengeluhkan hal serupa. Kerugian pebisnis, skala UKM hingga besar, akibat pemadaman itu sudah tidak terhitung.
Pengusaha di Jakarta saja, seperti diungkapkan Kadin DKI Jakarta, harus menanggung kerugian hingga Rp10 miliar per hari. Hitung-hitungan lain diungkapkan Sofyan Wanandi, Ketua Apindo.
Menurut dia, industri tekstil di Jakarta dan Tengerang-sebanyak 500 industri besar-harus merugi dan diperkirakan bisa mencapai Rp1 triliun hingga akhir tahun.
Terakhir keluhan itu datang dari delegasi bisnis Kankeiren (sejenis Kadin Indonesia) Jepang ketika bertemu dengan Menteri Perindustrian M.S Hidayat Senin (9 November).
"Defisit listrik ini merugikan industri karena mengganggu produksi. Kalau terganggu, mereka [kegiatan industri] tidak bisa on time [tepat waktu], on schedule, untuk delivery time [produk]-nya. Mereka [pengusaha Jepang] mengaku dirugikan. Saya minta maaf untuk itu," kata Hidayat.
Bila boleh mengutip sebuah tamsil, janganlah terantuk di sebuah lubang yang sama. Tamsil itu mungkin tidak tepat untuk mengibaratkan 'gangguan' yang berulangkali dialami oleh PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). Namun, tidak dipungkiri realitasnya memang demikian.
Betapa tidak, awal September, warga Jakarta sudah cukup terkejut dengan adanya ledakan pada Gardu Induk Tegangan Tinggi Cawang. Namun, itu bukannya yang terakhir.
Setelah itu menyusul Gardu Gandul, Cinere, Gardu Kembangan, dan terakhir Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Muara Karang mengalami gangguan. Akibat kondisi itu, PLN harus mengalami defisit hingga 500 megawatt (MW).
Cepat tanggap
Kondisi byar pet memang sudah sangat mengganggu warga Jakarta dan sekitarnya. Bahkan, ada juga muncul kekhawatiran soal pemadaman itu bisa dijadikan konsumsi politik, yang pada ujungnya menjadi bola salju berupa ketidakpercayaan masyarakat terhadap pemerintah yang baru berumur 20 hari tersebut.
Dalam rapat bersama Wapres Boediono kemarin itu, Meneg BUMN Mustafa Abubakar, mengutip hasil pertemuan dengan wapres, mengungkapkan jajaran direksi dan manajemen PLN diminta segera tanggap dan bertindak cepat terhadap segala keluhan masyarakat terkait dengan kesulitan listrik tersebut.
"Atas nama pemerintah, kami minta maaf atas krisis listrik ini. Kami memang sudah berupaya mengatasi gangguan itu secara maksimal. Kami berharap mudah-mudahan kesulitan segera teratasi," ujarnya.
Tidak itu saja, Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh meminta PLN untuk transparansi soal pemadaman listrik yang terjadi di wilayah Jakarta dan sekitarnya.
"Pemadaman listrik untuk jangka pendek ini tidak akan terhindarkan. Kami bekerja keras agar kejadian serupa tidak terulang lagi."
Dalam kesempatan itu, Fahmi Mochtar menjanjikan krisis listrik itu bisa segera diatasi. Menurut da, kondisi defisit listrik diharapkan sudah bisa diatasi pada minggu pertama Desember.
Saat ini, lanjutnya, proses perbaikan tengah berlangsung, termasuk memindahkan sebuah trafo dari Surabaya untuk dipasang di Cawang, PLN juga telah memesan dua gas insulated line (GIL) dari Prancis dan Jepang.
Tidak hanya itu, BUMN kelistrikan itu langsung listrik 100 MW dari Cikarang Listrindo dan 37 MW dari PT Bekasi Power Jababeka. Daya dari Bekasi Power Jababeka akan mengalir ke PLN sekitar 14 hari lagi. Kontrak tersebut berlaku selama 2 bulan.
Selain itu PLN juga telah membeli excess power dari PT Argopantes sebesar 2 MW. Saat ini daya tersebut sudah mengalir ke sistem kelistrikan Jakarta.
Sementara itu, dalam jangka menengah, wilayah Jakarta dan sekitarnya membutuhkan penguatan struktur jaringan secara menyeluruh.
Salah satunya menambah trafo masing-masing sebesar 500 MVA pada semua Gardu Induk Utama yang memasok listrik Jakarta, yaitu di Cawang, Bekasi, Gandul dan Kembangan.
Program penambahan trafo saat ini sudah mendapat persetujuan pemerintah dan akan memakan waktu 18 bulan untuk pengerjaannya. (lihat tabel)
Terlepas dari penjelasan dan langkah-langkah yang akan diambil untuk mengatasi krisis di jantung negara itu, pemerintah tetap harus melakukan audit secara menyeluruh, baik pembangkit, gardu induk dan jaringan transmisi milik BUMN itu.
Setelah audit, pemerintah harus juga secara transparan memublikasikan penyebab semua 'gangguan' sehingga menimbulkan byar pet tersebut.
Ada sinyalemen 'gangguan' itu merupakan buah dari warisan hasil kerja manajemen lama. Namun, direksi saat ini pun tidak bisa lepas tangan dan harus segera menuntaskan masalah itu dengan segera.
Permakluman dari masyarakat sudah cukup dan kini cenderung menuju putus asa. Kondisi pemadaman yang semakin sering dan panjang itu memang harus segera diakhiri. (firman.hidranto@bisnis.co.id)
Reportase: Nurbaiti/John Andhi Oktaveri/Yusuf Waluyo Jati
Oleh Firman Hidranto
Wartawan Bisnis Indonesia
bisnis.com
Selasa, 10/11/2009 15:51 WIB
PLN: Masyarakat Harus Hemat 100 Watt Kalau Tidak Mau Padam
Suhendra - detikFinance
Jakarta - Direktur Utama PLN Fahmi Mochtar mengimbau kepada masyarakat khususnya wilayah Jakarta dan sekitarnya untuk menghemat penggunaan listrik sebesar 100 watt per hari sebagai solusi jangka pendek untuk menghindari pemadaman listrik bergilir.
PLN berjanji akan mempercepat proses pemulihan akibat hilangnya beban 500 MW dari terbakarnya gardu Cawang sebelum pekan ketiga Desember 2009.
Selama proses perbaikan itu pihak PLN mengaku melakukan upaya suplai dengan cara-cara yang tidak normal misalnya melakukan pengalihan dari gardu Gandul, Depok, Bekasi.
Dikatakan Fahmi, pihak PLN telah melakukan segala upaya termasuk melakukan pemilihan exces power Bekasi 37 MW, Cikarang listrikindo 50 MW, dan akan ditingkatkan 100 MW.
"Dari angka-angka ini, menunjukkan masih ada kurang 70 MW, kekurangan 70 MW ini kita minta partisipasi masyarakat untuk melakukan penghematan," katanya saat ditemui di kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (10/11/2009).
Ia mencontohkan jumlah pelanggan PLN di Jakarta sebanyak 3 juta, jika melakukan penghematan lampu 100 watt maka akan identik dengan menghemat 300 MW.
"Kalau ini dilakukan, tidak perlu dilakukan pemadaman. Tapi itu adalah solusi yang sangat singkat. PLN telah berupaya mempercepat pengembalian beroperasinya gardu induk Cawang," katanya.
Sekarang ini, kata dia, Trafo untuk Cawang sudah diangkat dari Surabaya dan sudah berada di pondasi Cawang. Sementara itu Gas insulated line (GIL) masih harus dipesan dari Prancis dan Jepang, namun dalam waktu dekat akan tiba di cawang.
"Minggu ketiga Desember, diharapkan bisa lebih cepat. Mudah-mudahan gardu Cawang bisa normal 500 MW," harapnya.
"Saya mengimbau dan meminta maaf kepada masyarakat yang berangkali terganggu suplainya berkurang, peralatan produksinya terganggu, usaha terganggu tapi
yakinlah PLN akan mempercepat recovery listrik," tambahnya.
(hen/dnl)
0 komentar:
Post a Comment